Senin, 01 Oktober 2012

KHASIAT DAUN SIRSAK DAN KULIT MANGGIS SEBAGAI OBAT TRADISIONAL KANKER SERVIKS


KHASIAT DAUN SIRSAK  DAN KULIT MANGGIS SEBAGAI OBAT TRADISIONAL KANKER SERVIKS
A.    DAUN SIRSAK
Siapa yg tidak kenal denal dengan  sirsak dan daunnya, buah yg satu ini sangat di gemari oleh masyarakat indonesia. Ternyatta buah yg enak ini daunnya mempunyai  khasiat yg sngat besar bgi kemajuan ilmu kedokteran dlm hal obt pnyembuh kanker, mulai dari kanker payudara, kanker usus besar, kanker prostat, kanker paru paru, pankreas dan serviks. Berdasarkan data dan hasil penelitian  daya zat kerja anti kanker di tanaman sirsak 10.000 ribu kali lbih kuat membunuh dfan memperlambatsel kanker secara alamiidi bandingkan dengan adriamycin dan terapi  dan terapi kemo yg biasa di gunakan
Penemuan yng paling mencolok dari dari studi catholyc university ini adalah, graviola bisa menyeleksi memilih dan membunuh sel kanker yg jahat. Sedangkan sel yg sehat tidak akan tersentuh dan terganggu. Studi di purdue university membuktikan bahwa daun Graviola dapat membunuh sel kanker secara efektif, hasil riset beberapa universitas membuktikan bahwa pohon ajaib ini dapat bekerja sebagai berikut :
1)      Menyerang sel kanker dengan aman dan efektif, tanpa ada efek sampingnya, seperti yg biasanya ditimbulkan oleh terapi kemo.
2)      Melindungi kekebalan tubuh dan mencegah dari infeksi mematikan .
3)      Energi meningkat dan penempilan fisik membaik.

B.     KULIT MANGGIS
Buah manggis adalah rajanya buah buahan, buah manggis terkenal karena enak dimakan mentah, buah manggis mempunya kulit tebal dan tidak boleh dimakan. Kulit manggi mempunyai pewarna atau getah yang apabila terkena baju akan sulit dihilangkan.
Zat yang terkandung  dalam kulit manggis ialah, besi, kalsium, vitamin C, kalium, vitamin B2, protein, katecin/tannin , fosforus, natrium, vitamin B1 dan niasin.
Berdasarkan penelitian buah manggis mempunyai bahan aktif yg kaya akan ANTIOKSIDAN yang tinggi, dengan aktivitas yg sangat kuat, selain vitamin volly-saccarides, stillbenes. Di samping itu buah manggis ini unik karena mempunyai tambahan bioktif yang sangat hebat yaiyu Xanthones.
Ekstra kulit manggis bersifat antiproliferasi, untuk menghambat pertumbuhan sel kanker. Selain itu ekstra itu juga bersifat apotisis penghancur sel kanker , Xanthones mampu membunuh  bebrrapa jenis penyakit kanker, seperti kanker hati, pencernaan, paruparu dan sebagainya. Xanthones dalam kulit manggis juga mampu mengatasi penyakit tuberkolosis (TBC), asma,  leokimia, dan sebagainya.

Jumat, 28 September 2012

Pendidikan Karakter


Nurfadhilah Rahman
PENDIDIKAN KARAKTER

Berbicara masalah pendidikan karakter merupakan hal yang cukup familiar ditelinga kita, pendidikan karakter adalah gabungan dari dua kata yakni pendidikan dan karakter yang mempunyai makna berbeda, tetapi memiliki keterkaitan yang sangat erat, pendidikan  berasal dari kata didik yang di tambahkan imbuhan pe dan akhiran an  yang  mempunyai arti memelihara atau memberi latihan mengenai akhlak, kecerdasan berfikir dan tatanan hidup yang baik dalam bermasyarakat, sedangkan pendidikan adalah suatu proses pengubahan sikap, dan tata laku seseorang atau sekolompok orang dengan usaha mendewasakan manusia melalui upaya pengajaran dan pelatihan. Terlepas dari didik dan pendidikan kita beralih pada karakter, karakter adalah suatu sikap atau tingkah laku yang ada dalam diri manusia, dan merupakan nilai nilai perilaku yang berhubungan dengan tuhan, diri sendiri, sesama manusia dan lingkungan sekitar. karakter biasanya selalu identik dengan norma-norma, agama, hukum,  tatakrama, budaya serta  perikaku manusia dalam bersosialisasi dengan, keluarga, hingga masyarakat.
Pendidikan dapat dibagi menjadi beberapa macam, diantaranya pendidikan akademis, pendidikan dasar, pendidikan formal, pendidikan informal, pendidikan karakter, dan masih banyak lainnya, pada kesempatan kali ini penulis akan menguraikan salah satu dari berbagai macam pendidikan, yakni pendidikan karakter,  karakter terbentuk karena adanya pendidikan, begitu pun sebaliknya pendidikan untuk membentuk karakter.
Salah satu lembaga formal yang dapat membentuk pendidikan  karakter adalah sekolah, dimana sekolah selalu  berusaha memberikan yang terbaik dalam hal pendidikan, sekolah mempunyai peran yang cukup besar dalam membentuk karakter seseorang agar menjadi manusia seutuhnya,yaitu manusia yang mempunyai moral, serta taat terhadap norma-norma kehidupan yang sudah ada. Pendidikan karakter seseorang tidak hanya dapat berlangsung di lembaga formal saja yaitu sekolah  tetapi juga dapat di bentuk dari lingkungan baik dari keluarga maupun masyarakan sekitar, karakter ada sejak manusia lahir tapi dapat di ubah,  karakter tidak bisa di wariskan, ditukar ataupun di beli, tetapi karakter harus di bangun dan di kembangkan, melalui proses yang tidak instan dan  melalui tahapan-tahapan yang informal, sehingga salah satu faktor informal yang mempunyai peran yang cukup penting dalam pembentukan pendidikan karakter adalah orang tua, kelauarga dan lingkungan sekitar.
Tetapi jika kita melihat realitas kehidupan sekarang ini sepertinya faktor formallah yang  paling berperaran dalam pendidikan karekter, hal ini di akibatkan faktor informal seperti orang tua dan keluarga sibuk dengan urusan mereka, mereka menyerahkan semua urusan pembentukan karakter pada sekolah padahal mereka tidak menyadari bahwa faktor pendukung yang yang paling dominan dalam pendidikan karakter adalah faktor iformal, seperti orang tua dan keluaraga.
Jadi sebaiknya dalam pendidikan karakter sangat di perlukan kerja sama dan keseimbangan antara faktor formal dan informal sehingga membentuk karakter muda mudi yang tanggap, tangkas terhadap ilmu pengetahuan, mempunyai moral serta tidak melenceng dari dari tatanan hidup,  norma norma hukum, bangsa agama dan kehidupan.

Super Teacher ^^


Nama: Nurfadhilah Rahman
Nim     : 1204814
Kelas : Pendidikan Biologi
Super Teacher
Guru adalah satu sosok yang tidak akan pernah hilang dalam kehidupan ini, selama manusia masih melahirkan pastilah memerlukan sosok seorang guru, dalam UU RI NO 14 TAHUN 2005, guru adalah pendidik profesional dengan tugas utama mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai, dan mengevaluasi peserta didik pada pendidikan anak usia dini jalur pendidikan formal, pendidikan dasar, dan pendidikan menengah. Begitu pentingnya sosok seoarang guru maka seorang guru di anggap perlu memiliki sikap dan keterampilan khusus agar mampu membimbing, malatih dan mengarahkan anak didiknya.
Berwibawa, karismatik, berwawasan luas, serta peka terhadap keadaan siswanya, merupakan figur seorang guru yang selalu menjadi idaman seluruh siswa. Guru yang berwibawa tidak perlu mengeluarkan banyak energi untuk menegur siswanya, guru yang berwibawa akan disegani tapi disukai para siswanya, dan guru seperti itu tegas tapi tidak galak, mereka mampu menempatkan kapan harus bersikap tegas ataupun friendly pada murid-muridnya, selanjutnya adalah karismatik, dengan karisma yang dimiki seorang guru tersebut akan mampu menciptakan kesan tersendiri di hati para siswanya, selanjutnya adalah berwawasan luas, wawasan yang luas sangat perlu dimiliki oleh figur seorang guru, sehingga para siswa tidak akan pernah merasa bosan dengan apa yang di sampaikan oleh guru, guru yang berwawasan luas adalah guru yang pengetahuannya tidak monoton terhadap satu objek saja, tetapi mengatahui berbagai macam objek walaupun tidak harus untuk di dalami semuanya, cukup mengetahui garis-garis besarnya saja dan umumnya para siswa sangat menyukai sesuatu hal hal yang baru yang belum pernah mereka dengar sebelumnya, dengan luasanya wawasan seorang guru akan menjadi daya tarik tersendiri untuk siswa, siswa akan senang jika di ajak diskusi mengenai hal hal yang baru. Dan terakhir adalah peka terhadap keadaan siswanya, guru yang baik adalah guru yang mampu mengetahui keadaan semua siswanya, dan menempatkan sesuatu hal pada tempatnya, serta mengerti apa yang harus dilakukannya, terkadang ada seorang guru yang tidak mau tau dengan keadaan siswanya, dan hal tersebut dapat menjadi beban bagi para siswa, jadi seorang guru yang profesional ialah seorang guru yang mampu memberikan dan menyampaikan semua materi ataupun hal hal yang bersangkutan dengan pelajaran tanpa memaksa dalam artian siswanya tertarik mengikuti semua pembelajaran yang disampaikan.